Kebenaran tak bisa ditemukan semudah membalik kedua telapak tangan. Seperti kasus saya yang nemuin foto lama yang saya jadiin ilustrasi essai/postingan ini. Foto kenangan saat pernah jadi M mahasiswa.
Gedget, handpone bagai teman sejati. Ia dalam genggam erat setiap saat. Tak ada waktu, tanpa perangkat teknologi.
Iya. Beginilah kehidupan yang menghiasi pemandangan saat ini.
Di jaman sekarang, aneka kabar-berita, informasi begitu gampang diperoleh. Ia tersiar cepat. Tersaji sebegitu menggugah nan meyakinkan.
Baca juga : Buku, Hujan Sore dan Anak-anak Yatim Piatu
Tapi, coba saja tengok ! Belum kelar isu ini, muncul isu itu. Belum selesai satu kasus. Dibikin heboh kasus lain. Satu sosok dibela, pada satu pihak. Dihujani kritik, cemooh dan caci maki di lain pihak.
Saat nganggep satu isu--dikomen pakar, tokoh, kiyai, lalu kita anggap bener, ternyata usai diulas, pakar/tokoh lain yang setara bahkan mungkin lebih justru kebenaran yang pertama kita anggep bener itu, buyar seketika. Seiring waktu, ia pun atau apa yang disebut "kebenaran" tertindih seperti postingan anda di media sosial. Seterusnya begitu.
Secara konkrit, lantas kita berfikir bahwa, kebenaran berlapis-lapis. Kekeliruan bertumpuk-tumpuk. Keduanya terjaga. Dipelihara. Tak ada nalar sehat. Nalar sehat hanya ada di kepala orang-orang yang punya kepentingan. Dan materi, jabatan, kekuasaan sebagai sesuatu yang dituju.
Yang bener dan hoax tercecer di mana-mana. Sesuai atau tidak. Cocok atau nggak, endingnya, palingan kelar di pikiran masing-masing Klaim sendiri-sendiri.
Akankah kebeneran masih terus dicari? Tentu. Saya berkeyakinan : kebenaran harus terus dicari.
Kebenaran tak bisa ditemukan jamak-jamak seperti saya temuin foto lama yang saya jadiin ilustrasi essai/postingan ini. Foto kenangan saat pernah jadi mahasiswa. Ah masa lalu.....Masa lalu kerapkali dekat dengan visualisasi (foto). Foto dekat dengan kenangan. Dan waktu menjadi bagian tak terpisah darinya. Ia ibarat dua sisi keping mata uang.
Satu ungkapan menarik terkait ini, pernah diucap A.R Knight.
"When time fades memory and loved ones are no longer with us, what is left? Photos; Ketika waktu memudar, kenangan dan orang yang dicintai tidak lagi bersama kita, apa yang tersisa? Foto," seloroh Knight, seorang fotografer dan penulis asal Amerika.
Batulayar, 10 Mei 2026
Komentar
Posting Komentar