Perjuangan, Momen Wisuda dan Gelar Sarjana

 


 wisudawan/wisudawati VI UNU NTB, yang dilaksanakan 8 November 2025


Kenangan itu harta hati yang tak lekang di telan waktu


DI luar sana, tak banyak yang berkesempatan merasakan indahnya momen sakral 'wisuda'. Untuk itu, anda, para wisudawan-wisudawati, berikan senyum terbaik pada orang-orang di sekelilingmu. Kabari mereka, sebab anda telah tuntas menapaki jalan yang dulu pernah kamu impikan. Tunjukkan bahwa kamu telah tuntas dari satu deadline dari sederet deadline yang 'harus' dan 'kadang' anda bermimpi bisa melalui semua itu.  Berbahagialah. Lantunkan kalimat mulia nan agung-- sembari berucap, "alhamdulillah"-- telah mampu melewati suka-duka menuntut ilmu.


"Suburkan rasa syukur itu," kata Henry Manampiring, penulis buku Filosofi teras itu. Kalimat dari penulis buku Filsafat Stoisme itu, memberikan kita satu nasehat penting untuk selalu bersyukur setiap saat. Bersyukur tanpa kenal waktu.


Begitu anda dikukuhkan menjadi sarjana, perjuangan tidak lantas selesai. Malah sebaliknya, jalan panjang terbentang sudah menunggu. Ia ibarat jalan meliuk. Serupa gundukan naik turun yang mesti ditaklukkan lagi.


Yang lalu biarlah berlalu. Segala peristiwa terlewati. Berjuta kenangan saat kuliah dulu hanya rangkaian-rangkaian peristiwa. Ia tak akan kembali. Tetapi melekat dalam ingatan. Seketika sesuatu menghampirimu bagai udara dingin yang begitu mengilu kulit, maka kenangan datang memeluk sekujur tubuh, menghangatkanmu : ialah kenangan kuliah-wisuda. Satu kalimat menggugah diucap penulis terkenal  Haruki Murakami, "Kenangan adalah apa yang menghangatkanmu dari dalam." Ah...kenangan bersama waktu. Waktu memang begitu. Tak mau sedetik saja menolehmu.


Dunia berkembang cepat. Tantangan hidup makin kompleks. Tak cukup menggondol gelar sarjana, sukses sudah dalam genggaman. Tidak saudara...!


Jadikanlah momen bahagia 'wisuda' berikut gelar sarjana yang mengekor di belakang namamu sewaktu-waktu, sebagai senjata mewujudkan mimpi dan obsesimu. Momen hari itu adalah kenanganmu besok, di masa yang akan datang.  Kaitan ini, menarik Ungkapan Theodor Seuss Geisel (1904-1991) seorang penulis dan kartunis terkenal berkata, "Terkadang kamu tidak akan pernah tahu nilai sebenarnya dari sebuah momen sampai itu menjadi sebuah kenangan."  Dan, jadikan gelar sarjana yang melekat dan telah kau ikrarkan sebagai pedang yang siap menebas tantangan demi tantangan.


Jadikan gelar sarjana untuk menaklukan ego, gengsi. Bukan malah tinggi hati


Acara wisuda VI UNU NTB, yang dilaksanakan 8 November 2025


Jadikan gelar sarjana untuk menaklukan ego, gengsi. Bukan malah tinggi hati. Bangga boleh. Sombong jangan. Sebab hidup bukan untuk pamer ego dan nunjukin gengsi. 


Jika suatu saat anda berada dalam situasi yang mencemaskan. Susah dapet ini, dapet itu. Bersabarlah. Tetap berjuang. Anggap saja, rintangan, hambatan adalah jalan yang harus anda lalui. Bukan membuat dirimu melemah. Terus hidupkan mimpi, cita-cita untuk meraih makna hidup.


Saya turut bahagia menyaksikan meriahnya acara itu.


Selamat untuk semua peserta wisuda. Sukses dan jaya kampus peradaban bangsa: UNU NTB.

Komentar