Foto : dokumen pribadi
Pilihan hidup bukan sekadar nyari nafkah, melainkan sebuah sikap untuk mandiri dan tidak menjadi beban keluarga — sebuah kerja keras yang dalam Islam bernilai ibadah ketika dilakukan dengan cara halal, niat mencari ridha Allah. Juga memberi manfaat bagi orang lain.
MENTARI pagi belum sempurna terlihat pelupuk mata. Mentari pun masih tersipu malu membagi hangatnya. Tapi sepagi itu sudah tampak seorang perempuan. Perempuan itu sedang asyik menyapu halaman depan Cafe, Bar Legend Gili Air.
"Belum selesai nyapunya?," tanya saya tanpa berpikir panjang apa perempuan itu merespon atau tidak.
"Masih ini," jawab perempuan itu, sembari menunjukkan areal halaman Cafe Bar Legend yang belum tersentuh sapu.
Perempuan itu akrab disapa Juve. Sehari-hari ia menghabiskan waktunya di sekitar Gili Air. Ia nongkrong depan dua Kafe Legend dan Pelangi Cottage-Restaurant.
Perempuan yang mengaku punya anak satu itu, berjualan aneka jenis snack ringan. Juga aneka jenis merek rokok. Barang jualan itu, ia tawarkan tidak hanya pada tamu-tamu mancanegara tetapi juga lokal.
Sebermula, wanita 45 tahun asal Tanjung itu jualan sate di rumahnya. Tetapi pasca covid ia memilih fokus untuk jualan di Gili Air.
Ia harus ikhlas untuk jarang pulang ke rumah demi sesuap nasi. Ia harus berjuang demi sesuap nasi. Yah....,"hidup adalah perjuangan," kata vocalis Dewa 19, Ahmad Dani.
Sehari-hari ia nongkrong depan dua Kafe unik dan mewah itu. Di situ pula saya kerap duduk menikmati senja, sembari mendengar alunan musik saat nungguin barang jualan. Di depan kafe, berdiri tegak berugak milik umum. Di berugak itu lah ia menggelar tikar barang dagangannya. Sedang jika malam, untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya angin malam ia mengaku numpang tidur di teras-teras hotel. Apa gak di marah sama pemiliknya?, tanyaku.
Alhamdulillah gak. "Gak di marah sama pemiliknya. Intinya saya dikasi stay--tinggal di sekitar kawasan Kafe, asal : halaman hotel harus ia bersihkan tiap pagi," ujarnya sembari menyeka keringat pagi yang jatuh dari keningnya yang tampak keriput.
Berarti ibu, bisa tinggal di kawasan Kafe dan memanfaatkan sedikit fasilitas kafe, dg catatan membersihkan halaman di tempat ini?? Hmm..mm iya, dia mengangguk.
Dalam sehari ia bisa meraup untung 600 ribu. Kalo lagi rame, bisa lebih. Kadang kalo lagi rame, kalo lagi ada acara party, saya bisa dapet 1 juta semalam. "Kadang juga lebih," terangnya.
Perempuan yang sudah lama memilih hidup sendiri itu, melakoni jadi pedagang asongan, agar tidak menjadi beban keluarga. Pada titik ini, perempuan itu sepertinya memilih jalan hidup mandiri.
Menurut Pakar Psikologi asal Amerika
Bernama Elizabeth Bergner Hurlock (1898–1988), Kemandirian adalah suatu keadaan di mana seseorang dapat berpikir secara mandiri, mengambil keputusan sendiri, serta mampu mempertanggungjawabkan tingkah laku dan perbuatannya.
Ungkapan Hurlock di atas seakan menegaskan sikap dan pilihan perempuan yang saya ceritakan di atas. Ia seperti tak peduli apa kata orang-orang di sekelilingnya. Kaitan ini mengingatkan saya pada ungkapan yang dilontarkan Ralph Waldo Emerson--seorang penyair, filsuf asal Amerika. Emerson berujar, "Yang terpenting bagi saya adalah apa yang harus saya lakukan, bukan apa yang dipikirkan orang lain.” (https://id.wikipedia.org/wiki/Ralph_Waldo_Emerson).
**
Kembali tentang apa yang dilakoni Juve itu,--bagi saya tak lain sebagai sikap, pilihan untuk tak mau menjadi beban keluarga dan anaknya. Tak pelak, itu pula yang barangkali mendorong dia untuk bertekad menjadi perempuan mandiri. Kalau saya boleh menyimpulkan, ia begitu yakin dengan kapasitas diri untuk membuat keputusan, bertanggung jawab, dan bertindak tanpa bergantung pada orang lain. Tujuannya, tak lain untuk mencari nafkah.
Dalam agama kita, bekerja mencari nafkah merupakan sebuah kewajiban. Dan bila bekerja dihajatkan untuk ibadah bernilai penghambaan pada sang pencipta. Maman
Dalam satu artikelnya yang dimuat https://jabar.kemenag.go.id/opini, bertajuk "bekerja dalam Islam-rezeki-l sebagai hasil ibadah sebagai tujuan--
mengutip pendapat Imam Al-Ghazali menjelaskan, “Pekerjaan menjadi ibadah bila memenuhi tiga syarat, yaitu halal caranya, niat mencari rida Allah, dan bermanfaat bagi diri serta orang lain (https://jabar.kemenag.go.id/opini/bekerja-dalam-islam-rezeki-sebagai-hasil-ibadah-sebagai-tujuan-Tostey).
Alhasil, bekerja tidak lain dan bukan melainkan seruan mulia bagi manusia. Insan yang ditakdirkan sang pencipta untuk berusaha, berjuang dan bekerja keras. Untuk itu, bersikap Mandiri(lah) agar menjadi insan bebas dan merdeka.
Akhirnya, semoga menginspirasi.

Komentar
Posting Komentar