Saya dan anugerah kedua dari tuhan


saat anak yang ke-2 bernama Rapal digendong


berharap ketika kelak ia tumbuh dewasa, dia menjadi sosok 'pendoa'. Selalu berdoa pada Tuhan baik ketika bahagia, lebih-lebih saat-saat dihadapkan pada ujian dan tantangan hidup yang membentang


RAPAL EN-NAKFI MASYHUR. Inilah nama yang kusematkan pada anak saya yang kedua.

Rapal itu artinya ucapan. Bisa juga 'mantra' dan atau 'doa'. Sedang kata kedua En-Nakfi itu sy comot dari  kata dasarnya yakni Nakfi (arab; kafa) Artinya cukup, dicukupkan. Kata 'Nakfi' sendiri saya pakai karena saya terinspirasi salah satu ekonom muslim, asal India. Pikiran, gagasan bernas pakar ekonomi Islam asal India itu, sangat saya sukai. Terutama gagasannya mengenai konsep ekonomi dalam Islam.


Pesan filosofis lain, kenapa saya sematkan tiga kata pada Nama nak saya itu, pertama 'Rapal'. Saya berharap ketika kelak ia tumbuh dewasa, dia menjadi sosok 'pendoa'. Selalu berdoa pada Tuhan baik ketika bahagia, lebih-lebih saat-saat dihadapkan pada ujian dan tantangan hidup yang membentang. Kedua, Nakfi. Kata kedua ini, saya harapkan melekat dalam dirinya. 


Lebih dari itu, tidak hanya tumbuh dalam dirinya melainkan menjadi sikap hidup (untuk selalu merasa cukup dalam segala hal). 'Merasa cukup itu' lawan dari kata rakus. Rakus sendiri adalah karakter buruk. Sedang merasa cukup itu, sesuatu yang sangat positif. Ini selaras dg makna syukur, dan bersyukur itu adalah perintah sang pencipta : Allah swt.


Dan kata Masyhur itu sendiri nama saya. Meletakkan nama orang tua pada nama putra atau putri kita itu sudah lumrah. Selain memang menjadi kebanggan kita sbgai ortu. Juga rasa bangga saya sebagai anak terhadap  orang tua yang menyematkan nama 'masyhur' itu kepada saya.

Komentar